Rp 50.000,- HARGA ROKOK "MEROKET" BULAN DEPAN

Infokito - Rencana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus menjadi polemik di masyarakat. Banyak yang setuju, tetapi tak sedikit pula yang menolak.
Kapan harga rokok naik menjadi Rp 50 ribu per bungkus? Rencana kenaikan harga ini sudah disampaikan pemerintah beberapa waktu lalu. Kabarnya, harga rokok Rp 50 ribu sudah mulai berlaku bulan depan.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin merespon rencana atersebut. Menurut Zaitun, menaikkan harga rokok dua kali lipat tidak akan efektif mengurangi angka pecandu rokok. 
"Kalau kebijakan upaya mengurangi rokok, kita hargai saja upaya itu. Tapi untuk negeri kita ini tetap rentan bagi, terutama bagi anak," ujar Zaitun.

Meskipun kebijakan tersebut juga dinilai akan membantu APBN, namun Zaitun menilai yang menyumbang adalah orang miskin. Karena itu, menurutnya, semestinya bukan harga yang dinaikkan tapi pajak rokok tanpa melibatkan masyarakat.
Iklan rokok yang masih diperbolehkan di Indonesia, lanjutnya, merupakan kesalahan fatal. Peringatan pada bungkus rokok pun dinilai tidak menyentuh hati masyarakat.



Sayangi Paru-paru mu
Terlebih kepada anak yang sudah pecandu rokok. Efek negatifnya bagi anak pecandu rokok akan semakin menambah pengeluaran mereka. Dengan begitu kebijakan tersebut justru mengakibatkan masalah yang cukup besar dan bisa meningkatkan orang miskan.


"Orang miskin, kalau sudah kecanduan itu malah sangat berbahaya bagi keluarga mereka nanti banyak melakukan berbagai cara untuk mendapatkan rokok," kata Zaitun.

Selama ini pemerintah justru kurang memberikan edukasi tentang bahaya rokok kepada masyarakat. Pemerintah hanya gencar pada imbauan terkait bahaya rokok. "Iklan rokok harus seperti di negara lain, gak boleh lagi," Zaitun menambahkan.
Iklan rokok yang masih diperbolehkan di Indonesia, lanjutnya, merupakan kesalahan fatal. Peringatan pada bungkus rokok pun dinilai tidak menyentuh hati masyarakat.