INI 3 HAL UNTUK MEMPERMUDAH WARGA INDONESIA MEPEROLEH E-KTP

Infokito - Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah memangkas tiga hal dalam pembuatan kartu tanda penduduk Elektronik atau yang lazim disebut E-KTP. Tiga hal yang dipangkas itu untuk memudahkan warga Indonesia memperoleh E-KTP.

“Satu, tidak udah pakai surat pengantar RT atau RW. Dua, juga tidak perlu surat keterangan dari kelurahan. Tiga, juga tidak perlu bongkar-bongkar dokumen, mencari akta lahir,” kata Dirjen Dukcapil  Prof. Zudan Arif Fakhrulloh dalam keterangannya, Jakarta, Senin (12 September 2016)


Menurutnya, pengurusan E-KTP cukup membawa fotokopi kartu keluarga ke Dinas Dukcapil di manapun juga. Di situ, pemohon bisa melakukan perekaman identitas diri mereka yang menjadi dasar pembuatan E-KTP tersebut.
Zudan menegaskan langkah tersebut diambilnya karena saat ini semua data dan titik-titik pelayanan kependudukan sudah terkoneksi dengan data center di kantor pusat Dukcapil.

“Dengan fotokopi Kartu Keluarga, bawa ke Dinas Dukcapil mana pun. Bisa diurus di mana saja, tidak harus sesuai domisili penduduk,” kata Zudan.
Sesuai dengan Perpres No.112 Tahun 2013, KTP Non Elektronik sudah tidak berlaku lagi sejak 31 Desember 2014, sedangkan, mulai 1 Januari 2015 penduduk sudah harus menggunakan KTP Elektronik (E-KTP).

Zudan mengingatkan, penggunaan E-KTP sangat penting karena kelak semua pelayanan publik akan berbasis NIK pada E-KTP.

“E-KTP itu seperti ‘nyawa’ bagi setiap penduduk, karena segala urusan mulai dari membuat SIM, BPJS, mengurus akta nikah, semua membutuhkan data KTP-E,” kata Zudan mengutip Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, beberapa waktu lalu.