KITA DIBILANG DOKTER RADIKAL - AKSI BELA ISLAM 3

Infokito - Berikut adalah curhatan seorang Dokter yang turut dalam Aksi Bela Islam 3 -  212 (Yogi Prawira)
"Kita dibilang kelompok dokter radikal!" curhat seorang sejawat dalam group chat dokter 
yang turun dalam aksi bela Islam III kemarin...

Seorang konsultan senior ikutan panas dan menimpali: "Jabanin aja, buka satu per satu nama anggota grup ini. Biar dia tahu siapa yang dibilang 'radikal'! 😡

Just so you know, walau pun tidak diliput media, kemarin ribuan dokter baik yang 
terorganisir mau pun tidak, ikut turun dalam aksi bela Islam III. Ada direktur sebuah RS 
berakreditasi internasional di Jakarta, ada konsultan senior yang merelakan kamar hotelnya dijadikan posko. Ada rektor yang juga guru besar, berhujan-hujan di kerumunan massa. Ada pediatric cardiac intensivist, yang di tanah air jumlahnya bisa dihitung dengan jari, namun dengan ikhlas turun tangan dalam tim bantuan medis.

Prof. DR. dr. Idrus Paturusi, Sp.BO. Mantan Rektor Unhas

Insya Allah kami semua ikhlas turun dan terpanggil, meninggalkan semua kesibukan duniawi demi membela agama kami.

Postingan yang saya copas dari wa group berikut ini kira-kira bisa mewakili perasaan kami, 
teruntuk kawan-kawan 'muslim' yang nyinyir 😋

Buat temen yang muslim tapi gak suka aksi 212, sebaiknya gak usah nyinyir dan mencemooh saudara kalian...Iman itu masalah rasa. Kalo gak merinding melihat perjuangan mereka, ya itu masalahmu. 

Dr. Izwan Saat, Sp.B. Pakar bedah senior yang terbang khusus dari Jambi

Hanya orang2 tertentu yang bisa merasakan ghirahnya. Tapi gak usahlah menertawakan seolah kalian juru damai.

Iman itu berpihak. Gak ada iman yang netral. Dan sekarang sedang diuji, ke arah mana iman kita berpihak. Ke arah ayat suci yang dibilang bohong, atau ke arah penistanya. Ingat aja, cinta yang berlebihan pada makhluk membutakan hati dan menghilangkan nalar.

Gak usah teriak NKRI harga mati seolah yang ikut aksi sekarang bukan bagian dari penjaga NKRI. Mungkin ini eranya yang mengobok2 keyakinan orang lain disebut simbol ke-bhinnekaan ,sementara yang terluka karena keyakinannya di-intervensi dituduh pemecah belah.
Ayahanda Dr. Pramudjo Ismail Abdulgani, Sp.JP. Yang lantang menyuarakan kebenaran

Gak usah melebarkan masalah seolah ini aksi anti agama lain, anti etnis tertentu, anti 
toleransi atau anti bhineka. Cerdaslah sedikit. Ini soal anti perkataan seseorang. Kenapa 
harus dilebar-lebarin sampe ke isu anti antian yang lain . Sadarkah kalian, dia bicara 
buruk soal al maidah 51 itu karena satu tujuan: melanggengkan kekuasaan. Pdahal kami juga gak mempermasalahkan kalo kekuasaannya langgeng dengan cara yang pantas.

Tanyakan lagi ke hati nurani kalian, gimana rasanya saat mendengar jutaan saudara muslim yang berkumpul disana dengan ghirah membara, dituduh dapat bayaran 500 ribu oleh orang yang kalian cinta. Kalo hati kalian membenarkan, segera istighfar.

Jangan karena kalian ada dipihak penguasa dan kebal UU-ITE , kalian lemparkan kata2 
seprovokatif dan sesinis mungkin melukai saudara2 seagama kalian.

Duduk manis ajalah. Nonton TV, sruput kopi di cuaca yang menyejukkan ini, dan kunjungi 
lagi hati kalian. Tengok kondisinya sekarang....

Brai, Ane beritahu yach...
Sinis sama orang beriman itu sia-sia.
Cuaca panas, dia bersyukur karena gak turun ujan. 
Cuaca mendung, dia bersyukur karena teduh & adem.
Hujan deres, dia bersyukur karena do'anya super makbul.
Kondisi miskin, dia bersyukur karena bisa banyak doa. 
Kondisi kaya, dia bersyukur karena bisa banyak berderma.
Kondisi damai, dia bersyukur tak banyak yg menderita. 
Kondisi perang, dia bersyukur karena banyak jalan utk jadi syuhada.
Dia capek, elu capek. 
Capeknya dia berpahala. 
Capeknya lu dapet apa?