SAATNYA UMMAT MENYELAMATKAN UMMAT

ummat selamatkan ummat
Allepo 2016
Infokito -Siapa yang tewas dihujani bom, senjata kimia, dicabik peluru, mengungsi beribu bahkan berjuta jiwa, keluar dari Suriah dan menyelamatkan diri di berbagai negara? Siapa yang bertahun-tahun terus berjatuhan kehilangan jiwanya di Suriah? Mereka umat Islam! Kita sadar sesadar-sadarnya, umat Islam tak cukup berharap kepada siapapun kecuali kepada sesama umat Islam.

Dunia sudah bersuara, tapi tak berpengaruh. Banyak kepala negara bersikap, tapi tak signifikan . Kesadaran terdalam kita menjawab: kepada umatlah, umat layak berharap. Ya, kepada umat, bukan kepada pemerintah negara tertentu karena kepala negaranya hadir sebagai buah kontestasi politik, bukan panggilan imannya. Ya, mereka berharap pada umat, bukan pada badan dunia yang hadir sebatas mencegah efek buruk dari kelakuan pendirinya, para pemenang perang dunia di masa lalu. 


Allepo 2016
Siapa pun merasa bagian umat niscaya bersikap untuk terlibat. Menyelamatkan, menolong, menyuarakan, meneriakkan, mencari jalan untuk menghentikan kedzaliman atas umat, sejatinya menyelamatkan diri kita, menjaga eksistensi kemanusiaan kita. Bagaimana berharap selamat, di dunia fana ini terlebih di alam baka kelak, kalau kita tidak menunjukkan bukti nyata kepedulian kita sebagai bagian umat? Bukti nyata itulah tiket yang mensahkan kita masuk barisan umat manusia, yang layak mendapat naungan keselamatan duniawi, terlebih di akhirat kelak.

Kabar menyayat itu, kota Aleppo, Suriah, nyata-nyata menjadi ladang pembantaian massal, sisakan puing kota yang bisu. Aleppo yang sunyi, jejaknya nyaring mengguncang jiwa: gelimpang jenazah anak-anak dan orang dewasa, semburat darah di sana-sini, jiwa-jiwa melayang seolah begitu murahnya. Siapapun yang merasa bagian umat, menerima kabar ini sebagai panggilan Allah. Laksana adzan memanggil untuk shalat berjamaah, begitu pun rangkaian fakta kemanusiaan yang dahsyat ini, memanggil umat menyelamatkan umat menghentikan penghilangan jiwa masif di Suriah! Semangat Aksi Bela Islam 212, pun mengawal nurani menjaga nalar untuk menebar sikap pembelaan dan pertolongan kepada umat. 


Allepo 2016
Selamatkan, bantu, beri pertolongan umat di Suriah, sebagaimana pertolongan yang amat diperlukan umat muslimin Rohingya di Myanmar dan di berbagai negara di mana mereka mengungsi. Pun, sebagaimana pertolongan untuk rakyat Aceh yang dilanda gempa bumi. Saatnya umat selamatkan umat. Umat selamat seutuhnya, karena kesungguhan untuk saling menolong masih eksis di sanubarinya. Seperti juga kita tak ingin umat muslimin Aceh tak punya meunasah, Rohingya tak punya Tanah Air dan kampung halaman, bahkan tak punya kebangsaan, begitu pula umat muslimin Suriah. Kita takkan membiarkannya seolah-olah mereka bukan umat, terbiarkan dalam keterabaian akan masa depannya.

Jangan berhenti menyelamatkan umat, karena Allah tak pernah berhenti menyiapkan karunia-Nya. Mari kita menjaga diri dari kelalaian bersyukur, senantiasa bersyukur atas eksisnya iman di dada, bersyukur masih punya negeri, masih memiliki kemampuan berbuat. Kita jawab panggilan Allah, membantu Suriah, sebagaimana kita takkan berhenti membantu Rohingya, Aceh, Palestina, Afghanistan, Somalia, Yaman, pun, umat di manapun, dari kedzaliman musuh-musuh kehidupan dan kedamaian.



Allahummanshur ikhwaanana fi Suriah...AAMIIN

Sebuah catatan CEO ACT FANPAGE ACT