Cara Cerdas Mengatasi Kekurangan Asam Folat


Infokito - Kekurangan [defisiensi] asam folat di dunia kedokteran memiliki karakteristik khas, yaitu anemia makrositik, apusan [smear] darah berupa megaloblastik [macro-ovalocytes dan hypersegmented neutrophils], penurunan kadar asam folat di sel-sel darah merah atau serum, kadar vitamin B12 di serum normal.

Asam folat adalah istilah umum untuk asam pteroylmonoglutamat. Asam folat dijumpai di sebagian besar buah-buahan dan sayur-mayur, terutama buah jeruk [citrus] dan sayuran berdaun hijau. Rekomendasi diet harian untuk asam folat adalah 50 – 100 mcg. Total simpanan asam folat di dalam tubuh adalah 5 mg, cukup untuk cadangan atau persediaan selama 2-3 bulan.

Penyebab

Penyebab defisiensi asam folat adalah kekurangan asupan atau diet asam folat, penurunan daya serap [karena tropical sprue, defisiensi vitamin B12, konsumsi obat-obatan tertentu seperti azulfidine, kontrasepsi oral, fenitoin, sulfasalazine, trimethoprim-sulfamethoxazole], keadaan hemodialisis, hambatan reduksi menjadi bentuk aktif [karena keberadaan atau konsumsi methotrexate], dan peningkatan kebutuhan akan asam folat.

Kebutuhan asam folat meningkat pada kehamilan, penderita anemia hemolitik kronis, dan penyakit kulit exfoliative. Penyerapan asam folat buruk pada penderita defisiensi vitamin B12 karena atrofi mukosa gastrointestinal [gangguan selaput lendir di usus dan saluran pencernaan].

Diagnosis Banding

Kondisi anemia megaloblastik dari defisiensi asam folat haruslah dibedakan dari defisiensi vitamin B12 dengan pemeriksaan kadar vitamin B12 yang normal dan penurunan asam folat sel darah merah atau kadar asam folat serum. Pencandu alkohol, yang seringkali mengalami kekurangan nutrisi, juga dapat mengalami anemia akibat penyakit hati [liver]. Anemia pada penyakit hati menyebabkan anemia makrositik namun tidak memproduksi perubahan morfologis megaloblastik di darah tepi; meskipun demikian, dijumpai sel-sel target. Hipotiroidisme terkait dengan makrositosis ringan dan juga anemia pernisiosa.

Solusi

Defisiensi asam folat diterapi dokter dengan suplementasi asam folat oral harian [1 mg]. Respon yang terjadi serupa dengan terapi penderita defisiensi vitamin B12, yang mengalami perbaikan dan pulih secara cepat, retikulositosis dalam 5-7 hari, dan total koreksi abnormalitas hematologis dalam waktu 2 bulan. Mengetahui status vitamin B12 dalam kasus terduga defisiensi asam folat penting dilakukan, mengingat kelebihan dosis asam folat berakibat terjadinya gangguan sistem perdarahan [hematologis] dan persarafan [neurologis].

Fakta Menarik

Defisiensi asam folat dijumpai pada penderita celiac disease. Defisiensi asam folat merupakan diagnosis banding penyakit anemia pernicious. Kadar asam folat normal di dalam plasma adalah 2-10 ng/mL atau 4-22 nmol/L, sedangkan kadar asam folat normal di dalam sel-sel darah merah adalah 140-960 ng/mL atau 550-2200 nmol/L.



Sumber: Ummi Online